Sasaran Tarbiyah Dalam Kisah Al-Qur’an

Ditulis oleh Drs. Taufik Sakni, M.Pd.I

Sasaran-sasaran Tarbiyah Islamiyah dalam Kisah-kisah Qur’ani. Sebagai sararan tarbiyah maka al-Quran mengisyaratkan antara lain:

Pertama: Tarbiyah Qalbiyah-Imaniyah-Ruhiyah yakni melalui kisah Qur’ani Murabbi (Tuhan) membidik umat manusia agar selalu memantapkan hati dan jiwa yang penuh iman (iman letaknya dalam hati), menjaganya dan meningkatkan kualitas dan menyempurnakannya. Ruhani manusia agar terus menerus dapat kontak dengan Rabbnya tanpa terputus dengan pergulatan, penderitaan, kenestapaan hidup, kemawahan dunia serta kekejaman dan tipudaya syetan-nafsu birahi.

Kedua: Tarbiyah ‘Aqliyah-Fikriyah yakni melalui kisah Qur’ani Murabbi (Tuhan) berkeinginan agar manusia mengerahkan daya dan kemampuan untuk mengembangkan akal (daya pikir), mendidik dan meluaskan wawasan dan cakrawala berpikir, baik kemampuan ini dikerahkan oleh Murabbi dengan mendidik orang lain atau dikerahkan oleh individu terhadap dirinya sendiri dalam rangka mengembangkan dan mendidik akal pikirannya serta meluaskan cakrawala berpikirnya sehingga setelah mengikuti alur kisah peserta didik (pembaca/pendengar) dapat mengambil pengajaran yang bermanfaat.

Ketiga: Tarbiyah Khuluqiyah yakni sebuah pelatihan manusia untuk berakhlak mahmudah (mulia) dan memiliki kebiasaan sifat-sifat terpuji, sehingga akhlak dan adat kebiasaan tersebut terbentuk menjadi karakter dan sifat tertanam kuat dalam diri manusia, yang dengannya ia mampu meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dan terbebas dari akhlak madzmumah (tercela).